Mencoba Mobil Listrik Satu Pedal Nissan Leaf

Mencoba Mobil Listrik Satu Pedal Nissan Leaf – Buat Nissan Motor Co, mobil listrik tidak hanya angan-angan atau visi jangka panjang. Semenjak 8 tahun yang lalu, perusahaan yang belokasi di Yokohama, Jepang ini, pemasaran mobil listrik Nissan Leaf (leading, environmentally friendly, and affordable family car) artinya kendaraan keluarga yang unggul, murah serta ramah lingkungan.

Sampai Januari lalu, ada 300 ribu Nissan Leaf yang turun ke jalan di Amerika Serikat juga diberbagai negara Eropa. Karena model tersebut laris manis. Tahun 2018, Nissan berencana akan memasarkannya ke tujuh negara di Asia dan Osenia, termasuk Singapura, Thailand dan Malaysia. Untuk Indonesia dan Filipina termasuk ke daftar negara tujuan pemasaran Leaf periode berikutnya. Lihat Harga Nissan Juke Bandung

Sebelum dipasarkan model hatchback elektrik ini, Nissan Motor Co mengadakan acara Nissan Future di Singapura pada 5-7 Februari lalu. Salah satu agendanya ialah Mencoba Mobil Listrik Satu Pedal Nissan Leaf. Beberapa jurnalis media nasional dan internasional lainnya berkesempatan mencoba mobil ini di area NanyangTechnological University (NTU), Jurong, Singapura.

Kesan pertama Mencoba Mobil Listrik Satu Pedal Nissan Leaf ketika masuk kabin dan menyalakan motor listrik Nissan Leaf ialah nyaman dan senyap. Nyaris ga ada getaran dan suara yang masuk ke kabin. Chief Vehicle Engineer for Nissan Leaf, Hiroki Isobe, yang ketika itu menjadi pemandu acara, mengatakan kesenyapan mobil ini melampaui sedan kelas premium. “Anda dapat merasakan keheningan walau sedang melaju sampai 100 kilometer per jam,” kata beliau.
Mencoba Mobil Listrik Satu Pedal Nissan Leaf

Kejutan selanjutnya kami peroleh ketika menengok ke bawah dashboard, ternyata hanya ada satu pedal. Itulah yang disebut e-Pedal, salah satu teknologi kebanggaan Nissan, yang membuat pengemudi mengendalikan laju kendaraan cukup dengan satu pedal. Saat mau melesat, injak yang dalam pedal tersebut. Ketika mau berhenti, longgarkan pijakan kaki perlahan-lahan. Dan mobil pun berhenti total ketika pedal tak diinjak sama sekali.

Wahyu Sibarani, jurnalis media nasional yang ketika itu Mencoba Mobil Listrik Satu Pedal Nissan Leaf mengatakan, “Respons pedal ini sangat baik, hanya saja perlu membiasakan diri dalam mengendarai mobil dengan satu pedal.”

Mengaktifkan e-Pedal sangat mudah, tinggal menekan tombol yang terletak di samping tuas transmisi. Apabila pedal telah aktif, ada indikator yang terlihat di multi-information display. Nissan Leaf pun siap diajak melesat.

Di wilayah kampus NTU, kami mencoba Nissan Leaf di lintasan sepanjang 2 kilometer. Dengan kecepatan rata-rata 50 kilometer per jam, tak sampai lima menit kami sudah satu kali memutari lintasan dan kembali ke titik awal. Menurut Global Director Electric Vehicle Nissan, Nicholas Thomas, Nissan Leaf telah mengalami berbagai pembaruan. Baterai generasi pertama rilisan tahun 2010, misalnya, hanya berkapasitas 24 kilowat-jam (kWh).

Baterai New Nissan Leaf produksi tahun 2017 telah berkapasitas 40 kWh. Dengan baterai tersebut, New Nissan Leaf mempunyai jarak tempuh 400 kilometer. Baterai tersebut dapat menggerakkan motor listrik dengan daya 110 kilowat dengan torsi 320 Newton meter.

Thomas mengatakan Nissan Leaf telah melalui uji kendara di berbagai macam medan. “Sama seperti mobil biasa, tidak apa-apa melintas banjir. Tentu asal jangan sampai menyelam. Apabila sampai menyelam, mobil biasa pun akan rusak,” ujar dia, berkelakar.

Tetapi Thomas belum bisa memastikan kapan mobil listrik tersebut akan dipasarkan di Indonesia. Nissan dan pabrikan lainnya lagi menunggu aturan tentang insentif fiskal yang memungkinkan mobil listrik dipasarkan dengan harga lebih terjangkau. Info mobil mobil Nissan klik Nissan Bandung

Baca juga : Review Datsun Cross 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Sarah
WA Chat