Waspadai Gejala Aneh Rem Mobil

Jangan pernah meremehkan rem. Sistem rem merupakan salah satu komponen vital yang patut mendapat perhatian lebih. Jika tidak berfungsi dengan baik, maka kecelakaan merupakan dampak yang pasti terjadi. Terlebih bagi yang ingin melakukan perjalanan jauh agar tidak merepotkan atau malah berujung bencana. Berikut beberapa gejala yang dapat diwaspadai ketika bermasalah, menurut pemaparan Muhammad Budiawan, Kepala Bengkel Graha Auto Center, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

1. Pedal bergetar ketika diinjak

Ini akibat piringan bergelombang atau tidak rata. Penyebabnya, kualitas kampas atau piringan (jika sudah pernah diganti) tidak sesuai. “Kondisi ini bisa terjadi pada mobil matik karena malas menggunakan rem parkir saat berada di lampu merah. Jadi, pengendara tetap menginjak rem sementara posisi gigi tidak di netral. Karena sifat besi ketika panas memuai, permukaan yang ditekan kampas rem akhirnya menimbulkan gelombang,” urai Budi, panggilan akrab Budiawan.
Pemicu lainnya, akibat permukaan kampas rem tidak rata, atau joint steer yang merupakan pertemuan antara rack steer dan column steer (gagang setir atas) longgar. “Selain itu, bisa berasal dari kondisi tie-rod yang oblak,” tambahnya.


2. Arah mobil tidak lurus

Ketika rem diinjak, mobil cenderung lari ke kiri atau kanan. Kondisi ini dikarenakan salah satu rem tidak bekerja sempurna lantaran piston berkarat dan minyak rem kotor. Jangan injak rem mendadak dan memberi tekanan keras karena mobil bisa oleng dan terbalik.

3. Rem “ambles”

Kondisi ini terjadi saat pedal tidak memberikan tekanan normal dan seperti ngempos saat mengerem. Rem “ambles” bisa terjadi karena 3 hal, adanya angin palsu yang disebabkan proses penggantian minyak kurang sempurna, dan kebocoran pada sistem yang lebih sering terjadi pada kaliper. Terakhir, master rem yang tidak presisi akibat sil sudah tidak bisa menahan tekanan. “Lain masalahnya jika ketika diinjak, posisinya lebih dalam. Itu menandakan kampas rem habis,” urai Budi.
Untuk mengantisipasi saat darurat, lakukan pengereman dengan cara mengocok pedal untuk mendapatkan tekanan yang sesuai dan berhenti sempurna.
Nah, solusi ketiga gejala tersebut adalah memeriksakan ke bengkel resmi atau langganan Anda. Sebagai langkah preventif, lakukan perawatan berkala yang teratur setiap 10.000 km (ganti kampas rem depan-belakang) dan 20.000 km (servis besar ganti kampas dan kuras minyak rem). Hindari budaya mengerem saat lampu merah dengan posisi transmisi aktif buat model otomatis. Sebaiknya, gunakan rem parkir atau posisi “P”. “Nah, saat kondisi cakram dan rem sedang panas, jangan disiram air. Biasanya terjadi saat melakukan cuci mobil otomatis,” tutup Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *